Bahan kulit banyak ditemukan di Desa Sumberdukun, salah satunya adalag pengolahan bahan baku kulit untuk seterusnya dibuat oleh warga lokal menjadi beberapa kerajinan lokal seperti sepatu kulit dan ikat pinggang, produksi rumahan ini lumayan banyak pelanggan, namun produksinya adalah menyediakan sepatu untuk brand lain jadi produksi ini tidak memiliki nama hanya menyediakan sepatu untuk brand yang memesan. Potensi pengrajin lokal ini sangat menjanjikan untuk seterusnya dikembangkan menjadi usaha lokal yang besar.
Usaha peternakan bisa menjadi hal yang dikembangkan menjadi potensi desa. Sebagian penduduk desa memiliki hewan ternak dalam sekala kecil dan juga ada yang sudah memiliki peternakan skala besar dengan pemasaran yang lebih luas. Salah satu pemilik dari
peternakan ini adalah Pak Samuji. Di desa ini, peternakan kambing menjadi salah satu sektor yang menjanjikan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Salah satu contoh adalah peternakan kecil yang sedang dalam tahap pengembangan dengan total populasi kambing sekitar 80 ekor.
Fokus utama peternakan ini adalah menjual kambing hidup untuk berbagai kebutuhan, seperti aqiqah, qurban, atau konsumsi daging sehari-hari dan lain sebagainya. Kambing yang dimiliki Pak Samuji ini adalah kambing jenis super yang memiliki harga di atas kambing biasanya, seperti jenis kambing lokal, merino, excel, jawa PE, dan F1. Meskipun dalam skala kecil, peternakan ini dikelola dengan sangat baik. Perawatan kambing dilakukan secara teliti untuk memastikan kesehatan dan kualitas ternak tetap optimal. Pemberian pakan terdiri dari rumput segar yang dipadukan dengan konsentrat untuk memastikan kebutuhan nutrisi kambing terpenuhi. Selain itu, kambing secara rutin diberikan vitamin dan vaksin untuk mencegah penyakit yang dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas ternak.
Selain peternakan kambing terdapat pula peternakan bebek yang menjadi pemasok produksi telur asin di desa, pemiliknya Pak Slamet yang didirikan tahun 2009, dimulai dengan 25 ekor bebek dan berkembang menjadi 200 ekor, hingga satu tahun kemudian bertambah menjadi sekitar 1.000 ekor, meski begitu bisnis peternakan bebek tidak selamanya berjalan mulus harga pakan yang melambung tinggi dan harga telur yang tidak menentu dipasaran menjadi tantangan utama dalam bisnis peternakan bebek, harapannya peternakan di desa Sumberdukun bisnis warga lokal semakin berkembang agar perekonomian masyarakat naik dan kesejahteraan bersama dapat tercapai
Desa Sumberdukun adalah sebuah desa yang memiliki luas wilayah keseluruhan sebesar 142,850 hektar, terdiri dari 10 RT, 4 RW, dan 3 dusun. Desa ini memiliki batas wilayah dengan Desa Ringinagung di utara, Desa Balegondo di timur, Desa Baleasri di selatan, dan Desa Selopanggung di barat. Penduduk Desa Sumberdukun berjumlah 2.201 jiwa, dengan komposisi 47,34% laki-laki dan 52,66% perempuan, serta mayoritas beragama Islam (100%). Desa ini dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana, termasuk fasilitas pendidikan seperti 2 PAUD, 1 TK, 1 SD, dan 3 TPQ, serta fasilitas kesehatan yang meliputi 6 posyandu, 1 polindes, 1 ruang bersalin, dan 1 balai kesehatan ibu dan anak. Untuk tempat peribadatan, tersedia 4 masjid dan 11 mushola.
Potensi Desa Sumberdukun sangat beragam, meliputi sektor pertanian, peternakan bebek dan kambing, serta kesenian tradisional Reog "Singo Menggolo." Desa ini juga memiliki sumber daya air berupa embung dan sumur bor, serta berbagai kuliner lokal khas seperti lontong kikil Dakutah, tepo tahu, dan ayam panggang. Selain itu, terdapat UMKM lokal yang memproduksi telur asin dan kerupuk lempeng, serta industri capil. Desa ini juga memiliki TPS desa dan wisata alam di Kali Pleret. Dengan kekayaan sumber daya alam dan budayanya, Desa Sumberdukun menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang, didukung oleh keberadaan fasilitas yang memadai di berbagai sektor